Sang Pencerah

Barusan tadi di Medan Plaza nonton bareng Dani dan Romy, film yang menggugah semangat untuk saling berbagi. Dari beberapa hari yang lalu melihat Pak Din menyarankan untuk menonton film ini, menambah semangat saya untuk bisa menontonnya. Film ini layak ditonton buat para penyuara dan pelaku pendidikan di Indonesia.

Dan teman sebelah saya tadi berujar setelah menonton film ini, wah ternyata saya selama ini salah saya pikir Muhammadiyah itu aliran ternyata bukan. Iya memang Muhammadiyah itu perkumpulan sosial dan pendidikan yang menyuruh para anggotanya berbuat amar makruf nahi mungkar. Saya jadi teringat masa-masa sejak SD hingga kuliah kami membangun Masjid kami di kampung,

Banyak masyarakat yang salah kaprah dalam melihat Muhammadiyah, bahkan mereka menuding orang Muhammadiyah sesat, gak tahlilan, yasinan, matinya kayak nguburin kucing, dll. Alhamdulillah saya dibesarkan dalam lingkungan Muhammadiyah yang aktif di kampung kami dan merasakan betul tentang keterbukaan dan menyerang TBC, Tahyul, Bid’ah dan Khurafat.

Kembali ke film tadi, memang nuansa perjuangan K.H Ahmad Dahlan sangat luar biasa sekali, memang yang namanya film, alur-alur dramatis ditambah musik jawa, realigi islam membawa kita terhanyut di awal-awal 1900-an. Film ini saya menginspirasi buat kita sebagai manusia akan sangat berguna jika menolong orang lain apalagi fakir miskin dan anak yatim. Terima kasih kepada pembuat Film ini telah begitu banyak menginspirasi dan memotivasi saya.

 banner ad


Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better

Twitter

Facebook

Google+