Melayani…

Suatu saat di akhir tahun 2010, saya melakukan perjalanan penjajakan bisnis di Binjai dan berketepatan sholat Zhuhur di Masjid Agung. Sewaktu melepaskan sepatu, datang 2 orang anak dan mulai menawarkan jasanya.

A:”Om, semir om?”
Saya :”Gak…” (saya kurang nyaman kalau sepatu saya disemirkan orang lain)
A:”Titip sepatu aja om” (Anak ini konsisten menawarkan jasanya-ini penting dia konsisten tidak menyerah)
Saya:”Oh boleh..ini sekalian sepatu bapak-bapak itu..” (Ada 2 orang teman saya lainnya)

Setelah dia ambil 3 pasang sepatu, kemudian dia bawa agak menjauh dari emperan Masjid.

Singkat cerita, selesai sholat. Saya mencari anak itu dan dari kejauhan dia ngobrol dengan 3 orang temannya, 3 pasang sepatu itu dia jaga di belakang tubuhnya. Dan sayapun berusaha memanggil dari kejauhan, dia hanya sibuk bercerita dengan temannya. Ada seorang temannya yang lebih tua melihat saya dan mengingatkan anak itu. Dengan bergegas dia membawa 3 pasang sepatu. (Keinginan saya, dia harusnya tidak jauh dari pelanggan pada saat kami selesai sholat)

Saya sudah menyiapkan uang 20.000 seandainya dia dengan kreatifnya merapikan sepatu yang dia bawa.

Pengharapan saya adalah dia mencintai pekerjaannya, bukan Cuma menjaga sepatu tapi  pengharapan saya dia juga merapikan dengan menyemirnya. Mungkin…mungkin saja dia merasa rugi jika harus menguaskan semirnya ke sepatu-sepatu itu…Dan sayapun membayarnya dengan uang 5.000.

Saya berkata,”Gak usah dibalikkan dek, untuk kamu saja”. Dia mengucapkan terima kasih dan berlari-lari memamerkan uang 5.000 kepada temannya. Seandainya dek..seandainya kau melakukan lebih, 20.000 ini milikmu, sautku dalam hati.

================================

Tidak banyak orang yang mencintai pekerjaannya, kebanyakan bekerja karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Waktu dihabiskan hanya untuk mengejar hal-hal dengan visi pendek dan sekedar menjalankan peran sebagai tukang semir di atas, yang hanya mengerjakan penyemiran jika sudah deal.

Tidak banyak yang mau berkorban, hanya mau melakukan pekerjaan yang menurutnya ada untungnya secara langsung padanya. Padahal ada sesuatu dibalik itu. Rejeki-rejeki, kebaikan-kebaikan akan muncul dimulai dengan sikap dan kemauan melayani dan memberi lebih.
Juga yang sedang belajar atau kuliah, juga hanya belajar tanpa punya passion akan kemana setelah studinya selesai. Motonya, ikuti air mengalir, dan ternyata tanpa disadari airnya mengalir ke selokan-selokan. Mulailah berpikir, berpikir dan melakukan lebih, agar mendapat lebih.
Rekan-rekan, milikilah sikap melayani lebih, melayani itu bukan cari perhatian bukan cari muka. Coba perhatikan jika anda saat ini bekerja dan ada Office Boy yang dengan tulus melayani anda dengan lebih. Apa yang anda lakukan, anda pasti senang dilayaninya, bahkan anda akan sering memberinya tips/duit. Jika anda gak pernah memberi tips, bisa jadi anda pelit. Hehhehe.

Sama, Bos anda pun senang jika dilayani, pelanggan pun senang dilayani dan lebih lagi orang-orang terdekat. Orang tua apalagi yang doanya pasti makbul jika anda layani pasti senang. Coba jawab. Kapan terakhir anda beri uang kepada Bapak/Ibu Anda? Perhatikan apa sikap mereka pada saat anda kasih uang. Dan kebanyakan menolak dengan alasan untuk kamu saja, padahal dalam hati mereka, mereka BANGGA.

Mari rekan-rekan kita belajar melayani…jika sudah mulai terbiasa dan bisa. Perhatikan apa yang terjadi jika kita melayani Pencipta Makhluk/Allah SWT? Bagaimana kalau Dia sudah sayang pada anda. Dan sayapun sedang mencari perhatian-Nya.

 banner ad


5 Responses to “Melayani…”

  1. Aroel says:

    Bgz bnget crta diatz pak, sy pun sdg menentukn, dmn jati dri sy sbnrna pak, berwirausaha, atw sbg seorg IT, dn sy msih mnjlnkan ke 2nya, brwirausha kcil2an dn kuliah fak IT

  2. Zali says:

    Subhanallah pak…
    bagus bgt cerita yang bapak ulas dari penglaman bapak.

    terutama, kisah si anak tukang semir.
    Hati ini tersentuh bgt membacanya

  3. ofan says:

    terima kasih atas cerita bapak yang sangat saya sukai….
    memang hisup itu harus selalu saling melayani..
    cerita yang bapak sampaikan sungguh menggugah hati saya…

  4. pandu says:

    subhanallah..
    cerita yang bapak tulis membangun karakter bagi yang membaca pak..!!

    tulisannya di tulis dengan lugas dan langsung tepat sasaran…

    trima kasih buat critanya pak…

  5. Mohamad Sani says:

    Luar biasa, menginspirasi pak Eko

    Keep posting! :)

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better

Twitter

Facebook

Google+