Currently Browsing: Just Ide

7 Langkah Jitu diterima Bekerja

Langkah 1: Buat Surat Lamaran kerja, lampirkan dengan riwayat hidup serta pas photo dan usahakan photonya berwarna, pakailah baju terbaik…pinjam sama Tukang Photonya… Tips: berikan senyum terbaik di photomu…anggap tukang photonya mau ngasih duit 10jt sehabis memphoto.

Langkah 2: Cari perusahaan yg menerima lowongan baik dari KORAN, INTERNET ataupun kawan-kawan. Pada point ke 2 ini yg penting adalah pergaulan. Semakin sombong anda berkawan, semakin sedikit peluang informasi karena kawan-kawan layaknya asset yg berharga yg akan menghasilkan kalau anda menghargainya.

Langkah 3: Siapkan lamaran, bersedekah sebelum dikirim ke perusahaan target.

Langkah 4: Pangkas rambut anda yg rapi, berpakaian yg terbaik dan Berdoalah…

Langkah 5: Hadapi Satpam kalau ada, kalau gak ada hadapi resepsionisnya juga kalau ada, kalau gak ada hadapi pegawainya yg lagi kerja, kalau gak ada juga berarti Anda salah alamat, itu bisa jadi anda masuk lapangan bola ataupun Kuburan, karena kuburan di Medan hampir semua dipagar.

Langkah 6: Perdalam skill teknis anda, bukan Cuma ha ha hi hi gigi nya aja yg dipameri, perlu juga dipamerkan sesuatu yg berbeda dari diri anda. Misal anda ahli setengah betul di listrik, agak-agak ahli nyetir cepat bawa boil di Medan (ahli nyelip di lampu merah), anda punya pengalaman di shipping dll cari sesuatu yg berhubungan dengan target pekerjaan…

Langkah 7 : Jika gagal, ulangi langkah satu dengan ceria. Gak usah galau gara-gara gagal diterima bekerja, bilang aja dalam hati yg dalam,”Allah sedang mempersiapkan pekerjaan yg lebih paten dari ini” (catatan redaksi: biasanya disesuaikan dengan amal sholeh, sedekah dll)

Salam,

EKo Purwanto

What’s on Your Mind? April 2011

Perlu didokumentasi apa yg ada di kepala yg dishare di Facebook. Apa yg kita lakukan hari ini menentukan hari esok:

yang suka lompat sana sini baik cari ide, cari bisnis, cari pekerjaan tujuannya adalah utk cari yang terbaik. Mereka juga punya kekuatan dan skill yang dihargai sehingga nilainya tinggi. Trus kl kehidupannya gitu-gitu aja bagaimana? Perhatikan Fokusnya, dia Fokus di Lompat-lompatnya atau Fokus di Daya Ungkitnya? Paham kah?


Pelajaran Kelas Entrepreneur malam tadi adalah “Dengarkan apa Yang Tidak Dibicarakan” atau jika saat ini “Bacalah Apa yang Tidak Ditulis”

(more…)

Melayani…

Suatu saat di akhir tahun 2010, saya melakukan perjalanan penjajakan bisnis di Binjai dan berketepatan sholat Zhuhur di Masjid Agung. Sewaktu melepaskan sepatu, datang 2 orang anak dan mulai menawarkan jasanya.

A:”Om, semir om?”
Saya :”Gak…” (saya kurang nyaman kalau sepatu saya disemirkan orang lain)
A:”Titip sepatu aja om” (Anak ini konsisten menawarkan jasanya-ini penting dia konsisten tidak menyerah)
Saya:”Oh boleh..ini sekalian sepatu bapak-bapak itu..” (Ada 2 orang teman saya lainnya)

Setelah dia ambil 3 pasang sepatu, kemudian dia bawa agak menjauh dari emperan Masjid.

(more…)

Konsisten dan Persisten dalam Doa

Masih teringat ketika anakku beranjak besar, kini dia sudah tidak bisa dibilang balita lagi. Banyak tingkah lakunya membuat aku tertawa, dia banyak menerapkan prinsip2 kehidupan dalam memperjuangkan keiinganannya. Contohnya hingga hari ke-8 Ibunya pergi dinas ke luar kota, dia tetap konsisten dan persisten meminta es krim, padahal dia tahu, Bapaknya juga konsisten tidak memberi. Di setiap kesempatan pada saat Bapaknya meminta tolong, dia konsisten dan persisten memasukkan proposal minta es krim. Hampir saja dikasih, tapi karena efeknya yang kemungkinan besar dia akan demam (karena tenggorokannya selalu memerah jika makan es krim dalam jumlah besar). Dan tentu saja jika Ibunya pasti sudah kalah, berkali-kali Ibunya lupa dan akhirnya beli es krim dan ya, dia berkali-kali demam karena alasan yang sama.

Apa yg diperlukan dalam kehidupan ini, Allah sudah menggariskan “Apa yang kau Pinta Aku akan berikan”, spt kisah kehidupan di atas, mintalah secara konsisten dan persisten. Mari berlaku seperti itu. Sama seperti ibadah yang kita gelar saat ini, marilah kita lakukan dengan konsisten dan persisten. Dan skill yang sedang kita kembangkan juga lakukan dengan demikian.

Manakala kita manja dengan kemalasan dan keraguan, dia pun akan merasuki jiwa, hingga mulai pagi hari pun kita sering terlambat. Ayo jangan sia-siakan waktu. Mari kita pantaskan diri dihadapan Pencipta, bukan di hadapan makhluk.

Eko Purwanto

Membuka LPK/Kursus

Assalamualaikum wr. wb.
Sekedar berbagi berdasarkan pengalaman:
1. Untuk mendapatkan info lebih lanjut silahkan buka : www.infokursus.net (ini milik Dirjen Kursus) bisa belajar banyak dari sana.
2. Ijin LPK dikeluarkan oleh Dinas Kota atau Kabupaten, untuk biayanya tergantung dari masing-masing Dinas dan bisa 300rb-1jt.
3. Inti dari membuka kursus adalah segmentasi dan cek kesiapan dunia usaha dan industri (dudi) di sekitaran kursus. Karena Kursus akan mak nyus jika lulusannya langsung bisa diserap oleh  DUDI.
4. Segmentasi dimaksud adalah mau memilih kursus kita sebagai generalis atau specialis. Dan cek ricek juga mitra2 kursus yang sudah buka di sekitaran lokasi. Jika sudah memilih generalis atau specialist (tentu saja compare dengan infrastruktur yang dimiliki, staf dan instruktur yang ada).
5. Saya dulu membangun Kursus dimulai di tahun 2002 di Kota Medan, ada banyak lembaga kursus disini dan saya memilih segmen khusus yakni mahasiswa tingkat akhir, belum bekerja ataupun staf yang sudah bekerja tapi masih ingin mencari pekerjaan lain. Segmen cukup kecil, tetapi ini yang membuat pembeda kursus kami, hingga kami dipercaya PT Telkom, Microsoft Indonesia, IBM, Bank Indonesia menjadi mitra mereka. Dan saya ini Kursus kami juga dipercaya majalah CHIP untuk mengisi salah satu konten (1 halaman penuh) dengan materi Video Belajar.
6. Dari infokursus.net itu kita juga disarankan untuk membuka program profesi 1 tahun, konsepnya menurut saya adalah kesiapan infrastruktur, instruktur dan materi. Dan penting juga menjadikan Kursus sebagai Sekolah Kerja dan Sekolah Wirausaha. Saya berbagi pengalaman disini: http://profesi.webmediacenter.com, baru angkatan I, tapi ini sudah mulai mendominasi pasar.
7. Untuk kursus online kami juga sudah memulainya secara gratis di : http://kursus.webmediacenter.com
Demikian sekedar sharing pengalaman.
salam,
Eko Purwanto
WEBMEDIA Training Center
Jl. Setia Budi, Komp. Setia Budi Bisnis Point No.12-13 CC, Medan – 20122
Telp. 061-8228225, 061-8228125
http://www.webmediacenter.com

Belajar Keyakinan dari Sebuah Buku

Masih ingat gak,kira-kira bulan lalu aku membeli sebuah buku “7 Keajaiban Rejeki” karya Bung Ippo. Malamnya aku baca cuma Testimoni yang banyak itu,bolak balik aku mencoba mengenali yg memberi testimoni. Bukan orang biasa. Dan aku baru membaca Bab 1. Sidik Jari Kemenangan dan Bab2.Sepasang Bidadari. Asem…dahsyat. Membuka hati nurani. Tata bahasa yg sederhana tanpa diembel-embeli teori-teori masa kini yg kadang memusingkan kepala. Bab 2 nya itu dipenuhi crita-crita yang mengisi relung jiwa.

Mau dilanjutkan critanya? Ok, malamnya aku berikrar untuk mendapatkan SEPASANG BIDADARI itu. Yaitu hmm…beli aja lah bukunya. hehehehe. Ok esok paginya aku tenteng buku ini ke kantor, dan seorang staf keuangan yang juga ponakan istri (yg juga suaminya sepupu saya) ngomong gini:”Bang, bukunya bagus, udah siap bacanya, pinjamlah”.

Sebagai seorang yang Rela Menolong dan Tabah, saya pun gak sempat menjawab pertanyaan keduanya dan fokus dengan pertanyaan ke-3 nya yakni: Pinjamlah. Ya udah aku kasih aja, mana tahu nanti berguna buatnya.

Kemaren, bukunya dikembalikan dan aku bertanya:”Apa yang sudah didapatkan? dan apakah sudah diterapkan?” Jawabnya:”Sudah bang, kemaren anakku sakit dan diopname di RS, aku yakin anakku Pasti sembuh, dan alhamdulillah Sembuh”. (Red: ditempat tinggalnya beberapa orang sudah meninggal karena demam berdarah belakangan ini).

Lanjutnya:”Dan kemaren saya juga udah menerapkan KEYAKINAN yang bulat bahwa ada yang daftar PROGRAM PROFESI 1 TAHUN DI WEBMEDIA Bang (Red: dikit promosi ya), dan aku bilang ke teman2 malam ini akan ada yg daftar 1 orang.”

Anda tahu apa yang terjadi? Seorang sahabat malam harinya berkomentar dan meng-email milist di perusahaan kami,”Wah gak nyangka tengah malam gini ada yang daftar program 1 tahun, Alhamdulillah”.
Luar biasa apakah itu sebuah kebetulan? Apakah itu Doa dari keyakinan? Lillahi ta’ala crita ini benar adanya.

Buku ini saat ini ada di depan saya, saya pun bergetar, apakah akan ada keajaiban-keajaiban ilmu yg saya dapatkan malam ini yg disampaikan dari sebuah buku kertas ubi ini? Mudah-mudahan dari buku ini akan bermunculan ide-ide baru, dan saya berencana membeli beberapa buku lainnya untuk dijadikan buku wajib untuk staf-staf Webmedia.

Dan jikalau Anda juga penasaran ingin membeli buku ini, segera carilah, lakukannlah dan SEPASANG BIDADARI yang dijabarkan dalam buku ini sudah saya dapatkan, kemaren saya bersama istri membahagiakan BIDADARI ITU.

trima kasih Bung Ippo, malam ini saya akan lanjutkan ke bab-bab selanjutnya. Terima kasih. Tata bahasa Anda Asem banget, dan keaseman itulah yg bisa mencairkan pekatnya hati yang diliputi dosa-dosa ini.

Semoga Anda juga mau mencoba membaca dengan membelinya…..

Perkembangan IT di Medan

Saya coba urun rembuk tentang perkembangan IT di Medan:

1. Dulu saya tidak terlalu percaya di Medan bisa pindah-pindah kerja dengan tujuan Gaji yang lebih tinggi ataupun tantangan pengetahuan yang meningkat. Ternyata sudah bisa, saya mendapati beberapa orang rekan sudah melakukannya. Dari beberapa itu ternyata Gaji tertinggi untuk IT Expert sekitar 5-6jt. Di atas itu harus mengambil pilihan ke Jkt ataupun Singapore maupun Malay.

2. Banyak perusahaan besar dan sangat besar di Medan biasanya perusahaan Cabang, jadi kebijakan IT baik pengadaan dll dilakukan di Pusat di Jakarta. Tapi melihat kecendrungan yang ada, berbagai perusahaan perkebunan swasta, malah mulai memindahkan kantor representatifnya ke PekanBaru.

3. Khusus tenaga IT yang Expert, memang banyak juga yang belajar otodidak dengan proses yang cukup panjang. Dengan lingkungan informasi, event dan kegiatan yang tidak terlalu banyak seperti di Jawa. Teman2 yang otodidak ini saya perhatikan cepat bergabung dalam komunitas, kampus ataupun perusahaan. Yang masih sendiri, mereka juga sekarang mulai bekerja secara freelance.

4. Untuk dunia Kampus IT, belakangan juga mulai menunjukkan semangat perubahan dan persaingan. Karena mahasiswa juga semakin pintar, tapi klub-klub, organisasi kampus khusus yg fokus ke IT, sering mandek, karena minimnya dukungan penyelenggara kampus dalam mendukungnya. Hal ini saya ungkapkan karena dengan acara MUGI kemaren ada salah satu petinggi kampus yg bilang gak mau ikut, takut nanti mahasiswanya minta upgrade Labnya :D.

5. Medan itu unik, coba perhatikan jika para vendor/perusahaan IT buat Event, paling nyangkut di Palembang saja. Saya tanya kenapa? Pernah sebuah majalah buat acara, mereka bilang peminatnya gak banyak pak. jadi tahun depannya mereka gak mau lagi ke Medan. Nah ini yang mesti kita jaga, bagaimana Medan bisa diperhitungkan. Kemaren acara Mugi yg 850 orang banyak menggetarkan para vendor/perusahaan IT, mereka bertanya Koq bisa? malah sebuah penerbit bilang, koq bisa? dan gak rugi pula mereka bilang.

6. Sejak 2002 saya mendirikan Webmedia, dengan keterbatasan yang ada, tetap kita coba memberi warna. Alhamdulillah para alumni sudah tersebar di berbagai ISP, perusahaan multinasional, maupun BUMN. Dan menurut data kita 20% nya keluar kota khususnya di Jakarta. Sebenarnya banyak tenaga expert, cuma karena di Medan ini belum terkordinasi dengan baik para Professional dan IT Expertnya, jadi kelihatan kurang. Saya punya info siapa-siapa saja yang jagonya IT di Medan. Dengan semangat berbagi dan mengamalkan ilmu untuk amal jariyah, mereka berkenan untuk bergabung dalam komunitas kita. Saya berencana untuk membentuk KOMUNITAS ICT SUMATERA UTARA (cek di FB) sudah bergabung 1100 orang dari Medan sekitarnya, 10% para expert dan manajer IT. Mudah2an bisa terbentuk dan jumpa darat.

7. Coba cek bagaimana Bali bisa berkembang dari sisi Industri Kreatifnya, dengan konsep kebersamaan mengusir para penjajah dunia maya (Cek pertempuran SEO di Bali) mereka menyadari bahwa semuanya dimulai dari Sekolah, Studio dan Kursus-kursus untuk memproduksi SDM. Kita juga coba mulai dari sana. Dengan alasan Workshop Gratis, Webmedia keliling kampus di Medan. Hidden Agendanya sebenarnya kami sedang mempersiapkan sebuah Link dan Match antara SEKOLAH dan Industri, Kampus dengan Industri.

8. Ke depan, industri IT Medan akan mengalami perkembangan luar biasa, cek bagaimana Pemko Medan sudah melakukan sosialisasi dan implementasi penggunaan software legal. termasuk penerapan Open Source di lingkungan Pemko dan SKPDnya. Sebuah upaya dari pemerintah yang nantinya akan menular ke swasta dll.

Demikian sekedar urun rembuk.

Salam,

Eko

Dampak Promosi Telepon Bebas Biaya Antar Pelanggan

Awalnya saya cukup takjub juga, karena sebuah operator menggratiskan pemakaian antar pengguna Exxx sampai Desember 2008, 24 jam. Asyik juga, tapi tunggu dulu…akibat dari gratis-gratis gini, privacy jadi terganggu, ini dialami adik saya dan sepupu, mereka di terror terus menerus oleh orang yang tidak dikenal, sepertinya mereka mengincar nomor cantik dengan modus kenalan dan macam-macam alasan nelpon. Karena gratis mereka dengan gampangnya telepon sana sini menggangu privacy.

Kalau sudah seperti ini, apakah operator juga harus bertanggung jawab atas ketidaknyamanan dari after service/metode pemasaran mereka? Yuk kita diskusikan.

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better

Twitter

Facebook

Google+